KELANA KOTA

Jelang Musim Hujan, Wali Kota Risma Pantau Beberapa Rumah Pompa dan Tangggul Sumberejo

Laporan Ika Suryani Syarief | Senin, 02 Desember 2019 | 21:58 WIB
Rumah pompa, box culvert dan tanggul di Sumberejo, Pakal, Surabaya. Foto: Humas Pemkot Surabaya
suarasurabaya.net - Menjelang musim hujan, Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa rumah pompa, box culvert dan tanggul di Sumberejo, Pakal. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya genangan di beberapa kawasan saat musim hujan.

Lokasi rumah pompa yang pertama dikunjungi adalah, yakni rumah pompa Ikan Mungsing yang terletak di Jalan Ikan Mungsing kelurahan Perak barat, Kecamatan Krembangan. Saat melakukan peninjauan, Wali Kota Risma didampingi Erna Purnawati Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (PUBMP), dan Rubben Rico Kepala Bagian Adminstrasi Pembangunan. Selain mengecek kondisi pompa air, ia bersama jajarannya juga memantau saluran air dan memastikan penambahan rumah pompa sebanyak tiga unit.

"Rumah pompa yang baru ini berkapasitas 3 meter kibik per detik. Jadi jika ditotal semuanya mencapai 14,5 meter kibik per detik dengan jumlah rumah pompa sebanyak tujuh unit," kata Wali Kota Risma di sela-sela sidak Senin (2/12/2019).

Wali Kota Risma ingin memastikan, bahwa semua rumah pompa di Surabaya sudah ada gensetnya. Sehingga, saat terjadi pemadaman listrik, langsung bisa di back up oleh genset itu sendiri, "Sudah ada gensetnya, jadi tidak ada alasan listrik mati," lanjut dia.


Seusai mengunjungi rumah pompa, Wali kota yang menjabat sebagai Presiden UCLG Aspac ini, menuju lokasi sidak kedua, yakni pompa air Sumberejo yang terletak di kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal. Di tempat ini, Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini membeberkan, bahwa pemerintah kota mempunyai lahan seluas 150 hektare.

"Kita bersyukur ada tanah aset pemkot. Kalau bangun tanggul dari kontruksi seperti beton mahal dan menghabiskan banyak anggaran, kami tidak punya uang. Makanya, kita bikin tanggul dari tanah," lanjut dia.

Dari 150 hektare tersebut. Lanjut dia, sebagian tanahnya di keruk untuk dibuat tanggul. Saat ini, menurutnya, tanggul yang sudah dibuat pemkot sepanjang tujuh kilo meter. "Kurang lima kilo meter lagi. Jadi total 12 kilo meter," jelasnya.

Kemudian menurutnya, di lokasi yang sama juga sudah disiapkan rumah pompa dengan kapasitas 6 meter kibik per detik. Dari kapasitas itu, Wali Kota Risma menegaskan jumlah yang dimiliki rumah pompa Sumberejo sebanyak dua unit masing-masing menyerap kapasitas 3 meter kibik. Jadi 2x3 meter kibik. Totalnya 6 meter kibik per detik.

Selain rumah pompa dan tanggul, Wali Kota Risma melalui dinas terkait juga membangun waduk. Ia menjelaskan di wilayah itu, waduk tersebut seluas 1,5 hektare. "Masing-masing waduknya seluas 1,5 hektare. Kita punya enam waduk di wilayah itu," kata Risma.

Tidak lama setelah itu, Wali Kota Risma beranjak menuju sidak ketiga yakni memantau progres pembangunan multi years box culvert di Jalan Sememi, Surabaya Barat. Total panjang proyek box culvert yang diselesaikan tahun 2019 ini sepanjang 2 kilo meter.

"Sebenarnya kontrak kami dengan pemborong mulai April tahun ini. Lalu selesai kontrak pada Agustus mendatang," tegasnya.

Sementara itu, pelaksana proyek Iwan, mengatakan jika dihitung semua ada sekitar 1213 baris. Hingga saat ini sudah terpasang 707 box culvert. "Sehari rata-rata kami memasang 5-6 baris," pungkas dia. (iss)




Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.