KELANA KOTA

Datangi Polda Jatim, Nella Kharisma Bantah Isu Perselingkuhan dengan Mantan Bupati Kediri

Laporan Anggi Widya Permani | Senin, 02 Desember 2019 | 20:24 WIB
Penyanyi dangdut Nella Kharisma mendatangi Mapolda Jawa Timur, Senin (2/12/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Penyanyi dangdut Nella Kharisma mendatangi Mapolda Jawa Timur, Senin (2/12/2019). Dia memberikan klarifikasi terkait dengan isu perselingkuhannya dengan Sutrisno mantan Bupati Kediri, sebagaimana yang diunggah akun facebook bernama Suprianto.

Pelantun Jaran Goyang itu tiba di Mapolda Jatim sekitar pukul 11.00 WIB. Kemudian, dia masuk ke gedung Unit Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim untuk menjalani pemeriksaan. Itu terkait aduannya ke Polda Jatim beberapa waktu lalu.

Setelah diperiksa sekitar 3 jam, Nella keluar dari ruangan pemeriksaan dan didampingi kuasa hukumnya. Dalam kesempatan itu, Nella menyebut bahwa kabar yang diposting oleh akun Suprianto itu hoaks alias tidak benar.

"Postingan itu tidak benar alias hoaks. Tudingan selingkuh itu tidak benar," kata Nella.


Bahkan, Nella juga mengaku tidak kenal dengan sosok Sutrisno dan tidak pernah bertemu dengan mantan Bupati Kediri tersebut. Dia meminta masyarakat agar tidak mempercayai isu perselingkuhan itu dan kembali menegaskan bahwa itu hoaks.

"Saya tidak mengenal beliau, dan saya tidak pernah bertemu dengan beliau. Jadi, itu adalah hoaks. Jadi jangan percaya pada hoaks ya," katanya.

Sebelumnya, Nella pun sudah mengadukan dua akun facebook ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim. Yaitu akun atas nama Suprianto dan Dinasti Sutrisno. Kedua akun itu dinilai telah merugikan dan mencemarkan nama baik Nella.

Dua akun itu menyebarkan isu adanya hubungan khusus antara Nella dan Sutrisno Mantan Bupati Kediri, disertai dengan kolase foto antara Nella dan Sutrisno di akun tersebut. Hal itupun juga membuat keluarga Nella syok.

"Tentunya nama baik saya dirugikan, keluarga juga syok," kata dia.

Kendati demikian, Nella mengaku isu itu tidak terlalu mempengaruhi pekerjaannya. Dia juga menegaskan, isu larangan manggung di Simpang Lima Gumul Kediri juga hoaks alias tidak benar.

"Kalau efek job tidak ada. Itu belum ada, apalagi kasus ini terkait larangan manggung di Simpang Lima. Itu hoaks juga," kata dia. (ang/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.