KELANA KOTA

Kapolda Metro Jaya: Ledakan di Monas Diduga Dari Granat Asap

Laporan Farid Kusuma | Selasa, 03 Desember 2019 | 09:45 WIB
Lokasi ledakan di kawasan Monas, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) dipasang garis police line. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Ledakan yang terjadi di kawasan Monas, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019) diduga berasal dari granat asap.

Irjen Gatot Eddy Pramono Kapolda Metro Jaya mengatakan, ledakan terjadi di bagian sisi utara Monas yang berdekatan dengan kantor Keementerian Dalam Negeri.

"Begitu kita dapat laporan, kita lakukan langkah-langkah pengamanan. Kapolres, Dandim semua ke TKP dan lokasi langsung diamankan. Tim Jihandak, Penjinak Bom dan Tim Inafis sudah bekerja dan sekarang tim Labfor," kata Gatot Eddy saat menggelar konferensi pers.

Hasil sementara, kata Gatot Eddy, ledakan ini menyebabkan dua orang anggota TNI terluka dan sekarang sedang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto. Serka Fajar mengalami luka cukup parah di tangan dan kaki sedangkan Praka Gunawan mengalami luka di paha.


"Hasil kedua, ledakan ini diduga berasal dari granat asap. Tapi untuk barang dari mana sedang kita dalami. Anggota masih kumpulkan informasi dan nanti kita infokan lebih lanjut," ujar dia.

Sementara itu, Mayjen Eko Margiyono Pangdam Jaya mengatakan, saat ledakan terjadi kedua korban memang sedang melakukan olahraga rutin. "Kan kantornya ada di Merdeka Timur dan memang ini kegiatan olahraga rutin yang dilaksanakan setiap pagi," katanya.

Terkait video korban ledakan yang viral, Mayjen Eko, berpesan agar masyarakat tidak turut menyebarluaskan. "Yang jelas di video viral itu korban masih sadar dan bisa duduk dan sekarang masih dala, perawatan. Saya imbau agar masyarakat tidak share video tersebut," katanya. (dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.