KELANA KOTA

Polisi Amankan 18 Hacker Pembobol Kartu Kredit

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 03 Desember 2019 | 17:07 WIB
Ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan 18 hacker yang diduga melakukan pembobolan kartu kredit milik warga negara asing. Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita barang bukti yaitu 23 unit personal computer (PC), 29 unit monitor, 20 unit handphone dan puluhan rekening bank. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan 18 hacker yang diduga melakukan pembobolan kartu kredit milik warga negara asing. Mereka diamankan di sebuah toko di Jalan Balongsari Tama, Kecamatan Tandes, Surabaya, Senin (2/12/2019).

Kombes Pol Gidion Arif Setiawan Dirreskrimsus Polda Jatim menyebutkan, kejahatan yang terorganisir itu sudah berjalan selama 3 tahun. Pelaku mengantongi keuntungan hingga 40 ribu US Dollar atau sekitar Rp564 juta.

Adapun sasaran para pelaku ini, yaitu membobol kartu kredit milik warga negara Amerika dan Rusia. Semua pelaku yang diamankan itu adalah warga negara Indonesia (WNI).

"Senin kemarin, kami melakukan penindakan terhadap jaringan tindak pidana menggunakan ITE atau skimming. Kegiatan ini terorganisir dan sudah berjalan 3 tahun. Sasarannya Amerika dan Rusia," kata Gidion, Selasa (3/12/2019).


Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita barang bukti yaitu 23 unit personal computer (PC), 29 unit monitor, 20 unit handphone dan puluhan rekening bank. Terkait bagaimana modus operandi dan motif para pelaku, Gidion mengaku masih dilakukan pendalaman.

Semuanya, lanjut dia, sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan. Pihaknya berjanji akan mengungkapkan lebih detail setelah pemeriksaan terhadap pelaku sudah selesai.

"Kita lakukan pendalaman. Karena belum 1x24 jam. Tidak ada pelaku WNA. Besok akan kita ungkap lebih rinci lagi," pungkasnya. (ang/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.