KELANA KOTA

Kecewa, Yuli Pilih Tak Berharap ke Pemerintah Indonesia Setelah Dideportasi

Laporan Agung Hari Baskoro | Selasa, 03 Desember 2019 | 18:16 WIB
Yuli Arista, buruh migran Indonesia yang juga seorang jurnalis warga, saat berbicara kepada pers di sekretariat AJI Surabaya pada Selasa (3/12/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Yuli Arista, buruh migran Indonesia yang juga seorang jurnalis warga, memilih tak berharap ke pemerintah Indonesia untuk berpihak pada kasus yang menyeretnya hingga dideportasi kembali ke tanah air. Ia mengatakan, dirinya sangat kecewa dengan sikap Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong pada kasusnya.

"Saya tidak memiliki harapan apapun (pada pemerintah Indonesia, red). Bahkan saya merasa sangat kecewa, karena selama saya ada di tahanan, KJRI di Hong Kong sebagai perwakilan pemerintah Indonesia telah membuat pernyataan sikap dan komentar, yang dikutip di media yang kesannya malah memanfaatkan kasus saya untuk hal yang saya sendiri tidak mengerti," ujar Yuli di Sekretariat AJI Surabaya pada Selasa (3/12/2019).

Ia menuduh KJRI membuat cerita sendiri yang berbeda dari keadaan yang ada. Salah satu contohnya, pernyataan KJRI yang menyatakan jika pihak mereka sudah berupaya melakukan pendampingan tapi ditolak oleh Yuli.

"Pada kenyataannya, kasus saya tidak ada satupun pihak KJRI yang menawarkan bantuan, atau mendampingi saya dan memastikan hak-hak saya terpenuhi," tegasnya.


Sebelumnya, melalui keterangan tertulis kepada Media, KJRI Hong Kong yang diwakili Vania Lijaya Konsul Muda Penerangan Sosial dan Budaya pada Senin (2/12/2019) mengatakan, pihaknya sejak awal sudah mengikuti kasus ini dan KJRI selalu berubaya memberikan bantuan. Namun, Yuli menolak dibantu oleh KJRI. Meski begitu, dalam keterangan tertulis itu, KJRI tetap berkoordinasi dengan imigrasi Hong Kong untuk memastikan hak-hak hukum yang bersangkutan terpenuhi.

Yuli mengaku, saat ini pihaknya lebih memilih terus berkoordinasi dengan NGO (LSM) di Hong Kong dan pengacaranya.

"Tadi mereka bilang minggu ini akan adakan aksi solidaritas untuk saya, dan mereka sedang mengajukan proposal dan izin aksinya ke pihak kepolisian Hongkong. Kalau disetujui, hari Sabtu, mereka ada aksi solidaritas untuk saya," jelasnya.(bas/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.