KELANA KOTA

Sebelum Bunuh Diri, Edwin Diketahui Sering Berhalusinasi Dikejar-kejar Petugas Pajak

Laporan Agung Hari Baskoro | Rabu, 04 Desember 2019 | 12:00 WIB
Petugas keamanan Galaxy Mall 3, Surabaya, memeriksa korban. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Edwin Jaya Lowanto (38) warga Dharmahusada Utara, Surabaya yang bunuh diri di Galaxy Mall 3, Surabaya pada Selasa (3/12/2019) malam, diketahui sering berhalusinasi dikejar-kejar petugas pajak. Kompol Enny P Rustam Kapolsek Mulyorejo berdasarkan pengakuan istri korban mengatakan, korban diduga mengalami depresi semasa hidupnya.

"Dia halusinasi mas. Gak ada apa-apa. Dia itu mungkin, di TKP istrinya menyampaikan depresi, sampai kadang-kadang halusinasi, dikejar (petugas, red) pajak, dikejar apa, kayak gitu. Tapi (korban, red) gak ada masalah tentang apapun, gak ada masalah pajak, apapun, tidak. Dia itu punya toko (perlengkapan, red) baby gitu," jelas Kompol Enny kepada suarasurabaya.net pada Rabu (4/12/2019).

Sebelum melakukan bunuh diri dengan terjun dari lantai 4 Galaxy Mall, korban sempat mengajak istri dan anaknya berjalan-jalan menggunakan mobil.

"Ke Galaxy Mall, awalnya mau jalan-jalan sama istrinya. Setelah itu, kata istrinya, korban menyetir dengan tidak jelas. Korban mengendarai mobil dengan posisi perseneling gigi 1. Setelah itu diajak bicara diam saja. Istri dan anaknya yang masih kecil, masih usia dua tahun, akhirnya turun, jalan sendiri," jelasnya.


Kompol Enny menjelaskan, istrinya memang mengaku sang suami sudah mengalami depresi sudah lama dan makin parah dalam satu tahun ke belakang. Polisi juga mengatakan, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi pada jenazah Edwin.

"Kita minta persetujuan keluarga, intinya dari keluarga tidak berkenan diautopsi. Karena tahunya awal, dia ada penyakit depresi," katanya. (bas/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.