KELANA KOTA

Sambut Baik Pencopotan Ari Askhara, Ikatan Awak Kabin Garuda Minta Direksi Lain Diusut

Laporan Muchlis Fadjarudin | Jumat, 06 Desember 2019 | 16:21 WIB
Zaenal Muttaqin Ketua Umum dan anggota Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) dalam konferensi pers yang digelar di RA Residence, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2019). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) menyambut baik langkah Erick Thohir Menteri BUMN yang mencopot I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia.

"Kami sangat mendukung respon cepat Pak Erick yang telah memecat Ari Askhara terkait kasus penyelundupan Harley Davidson di pesawat Garuda," ujar Zaenal Muttaqin Ketua Umum IKAGI dalam konferensi pers yang digelar di RA Residence, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2019).

Zaenal mengatakan, selama ini kinerja Ari Askhara di Garuda Indonesia selalu kontroversi, sehingga merugikan banyak pihak, baik perusahaan, anak perusahaan, karyawan hingga masyarakat sebagai penumpang.

Dia menjelaskan, beberapa kasus kontroversial atas kebijakan Garuda Indonesia selama Ari Askhara menjabat Dirut di antaranya pemalsuan laporan keuangan tahun 2018 yang rugi menjadi untung, suguhan live music akustik di pesawat, pengalihan rute penerbangan London dan Amsterdam via Denpasar, larangan foto dan video dalam pesawat terhadap penumpang, hingga penyelundupan Harley Davidson.


Kata Zaenal, adapun kebijakan aneh dari Ari Askhara yang merugikan para awak kabin diantaranya menghentikan iuran anggota, mempersulit terjadinya Perjanjian Kerja Bersama (PKB), menggrounded alias melarang terbang para pengurus serikat pekerja, mem-PHK tanpa dasar jelas beberapa awak kabin, hingga membentuk serikat pekerja tandingan yang membela kepentingannya.

"Cukup banyak kebijakan aneh Ari Askara selama menjabat Dirut Garuda Indonesia yang benar-benar merugikan awak kabin. Maka dari itu, kami sangat bersyukur Pak Erick memecatnya ," tegas Zaenal.

Namun, kata Zaenal pencopotan Ari Askhara dari posisi Dirut Garuda Indonesia belum final, pihaknya meminta pemerintah dalam hal ini kementerian BUMN mengusut tuntas keterlibatan jajaran direksi lain yang berupaya melakukan hal sama seperti Ari Askhara.

Pasalnya, masih banyak jajaran direksi yang berupaya melakukan langkah-langkah kebijakan merugikan terhadap awak kabin dan juga terhadap perusahaan, anak perusahaan, karyawan hingga secara langsung dan tidak langsung terhadap masyarakat sebagai penumpang.

Dia menjelaskan, setelah pencopotan Ari Askhara ini, jajaran direksi Garuda Indonesia diharapkan bisa diisi oleh sosok-sosok yang profesional berakhlak dan beretika baik, sehingga mampu mewujudkan perusahaan yang menguntungkan bagi semua pihak.

"Kami dari awak kabin ingin menjadikan bahwa kasus Ari Askhara adalah sebuah pelajaran penting sehingga nantinya Garuda Indonesia menjadi perusahaan yang baik," kata dia.

Zaenal, berharap agar pimpinan direksi yang baru nanti bisa lebih memperhatikan awak kabin dan menjadikan IKAGI sebagai hubungan industrial yang saling melengkapi.

"Kami berharap penuh hak-hak kami yang selama ini diperjuangkan bisa dipenuhi. Kami juga berharap iuran anggota IKAGI bisa dijalankan kembali. Dan satu hal lagi, kami berharap pimpinan direksi baru nanti bisa menghentikan serikat pekerja tandingan yang dibentuk secara ilegal tanpa dasar hukum yang sah," pungkas Zaenal.(faz/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.