KELANA KOTA

Kartun Opini Tentang Anak Indonesia Dipamerkan di Galeri Prabangkara

Laporan Ika Suryani Syarief | Minggu, 08 Desember 2019 | 20:27 WIB
Salah satu karya dalam Pameran Kartun Opini yang dilaksanakan pada 9 hingga 11 Desember 2019 di Galeri Prabangkara, Jl. Genteng Kali 85, Surabaya, Jawa Timur. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Melengkapi rangkaian peringatan Hari Anak Sedunia, Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Surabaya dan Komunitas Kartun Indonesia (Kartunesia) menggelar Pameran Kartun Opini yang dilaksanakan pada 9 hingga 11 Desember 2019 di Galeri Prabangkara, Jl. Genteng Kali 85, Surabaya, Jawa Timur.

Khoirul Anam, Humas YDSF mengatakan, "Karya yang dipamerkan adalah kartun-kartun terbaik yang dikirim peserta Kontes Kartun Opini 'Anak Indonesia: Generasi Kreatif dan Optimis' dari seluruh Indonesia. Ada yang dari Denpasar, Medan, Jambi, Yogyakarta, Semarang, dan dari kota-kota di Jawa Timur."

Kontes Kartun Opini 'Anak Indonesia: Generasi Kreatif dan Optimis' diselenggarakan YDSF dan Kartunesia pada Oktober 2019 lalu. Lima kartunis dengan karya terbaik masing-masing, Juara 1, Joko Luwarso dari Jakarta Selatan, dan Juara 2, Agus Harsanta, dari Denpasar.

Sementara Juara Harapan untuk tiga pemenang masing-masing Agus Widodo, warga Kendal, Jawa Tengah, Dien Yodha, warga Banyumas, Jawa Tengah, dan Wahyu Siswanto, warga Lumajang, Jawa Timur.


Hendro D. Laksono, pendiri Komunitas Kartunesia mengatakan bahwa ada 90 karya yang terkumpul. Peserta tahun ini, kata Hendro, masih didominasi kartunis senior Tanah Air. Sebagian peserta bahkan dikenal sebagai kartunis yang sudah pernah menjuarai berbagai kontes baik nasional maupun internasional.

"Tapi tahun ini nama-nama baru juga muncul. Gaya kartunnya beberapa menggunakan tradisi kartun Jepang atau manga. Tentu ini jadi sesuatu hal yang menarik. Karena regenerasi kartunis secara alamiah terus berjalan," jelasnya.

Meski di sisi lain, gaya kartun editorial klasik seperti yang banyak muncul di media massa juga terjaga. Bahkan diperkaya dengan sentuhan simbol kearifan lokal di beberapa karya.

"Ini ditandai dengan penggunaan simbol sarung, kopiah, kardus bekas, hingga kuda lumping, yang cita rasanya sangat khas Indonesia," jelasnya.

Dalam pameran nanti pengunjung juga bisa bergabung dalam Diskusi Kartun 'Mengasah Peduli Lewat Kartun Opini' yang akan menghadirkan Wahyu Kokkang, kartunis Harian Jawa Pos, sebagai nara sumber. Diskusi yang juga akan diselenggarakan di Galeri Prabangkara ini akan digelar pukul 12.30 hingga selesai.

Dijelaskan Hendro, selama pameran, pengunjung juga bisa membeli merchandise dalam bentuk kaos dan kartun dalam frame. Kartun yang ada merupakan karya pilihan peserta kontes. Seluruh keuntungan dari penjualan, tegas Hendro, akan diberikan pada mereka yang berhak lewat YDSF.

Pameran dan diskusi kartun ini dipersembahkan YDSF bersama Kartunesia didukung oleh Forum Komunikasi Koordinator Donatur, YDSF Community - READY (Relawan Donatur YDSF), dan IKA Stikosa AWS.(iss)



Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.