KELANA KOTA

Presiden Minta Polri Umumkan Penyerang Novel Baswedan dalam Hitungan Hari

Laporan Farid Kusuma | Selasa, 10 Desember 2019 | 14:47 WIB
Joko Widodo Presiden memberikan keterangan mengenai upaya pengungkapan kasus penyerangan Novel Baswedan Penyidik KPK, Selasa (10/12/2019), di Hotel Mulia, Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden meminta Polri segera mengumumkan hasil investigasi tindak kekerasan terhadap Novel Baswedan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kemarin, Senin (9/12/2019), Jokowi sudah mendapat laporan langsung dari Jenderal Polisi Idham Azis Kapolri, mengenai update penanganan kasus tersebut, di Istana Kepresidenan Jakarta.

Presiden bilang, dalam laporannya, Kapolri menyebut tim investigasi mendapatkan temuan petunjuk baru, dan upaya peyelidikan sudah menuju tahap kesimpulan.

"Kemarin sore sudah saya undang Kapolri, saya tanyakan langsung ke Kapolri. Saya juga ingin mendapatkan sebuah ketegasan apakah ada perkembangannya atau tidak? Dijawab, ada temuan baru yang sudah menuju kepada kesimpulan. Oleh sebab itu, saya enggak kasih waktu lagi, saya bilang secepatnya segera diumumkan siapa pelakunya," ucapnya di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (10/12/2019).


Maka dari itu, Jokowi minta Polri mengumumkan kepada publik, siapa pelaku yang menyiram Novel Baswedan dengan air keras, dalam hitungan hari.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, tidak memberikan waktu tambahan sampai berbulan-bulan lamanya kepada Polri, untuk mengungkap kasus penyerangan yang menimpa aparat pemberantas korupsi.

"Saya tidak berbicara masalah bulan. Kalau sudah saya bilang secepatnya, berarti dalam hitungan hari," tegasnya.

Seperti diketahui, Selasa (11/4/2017), Novel Baswedan jadi korban serangan orang tidak dikenal, sesudah Sholat Subuh di masjid dekat rumahnya, kawasan Kepala Gading, Jakarta Utara.

Akibat siraman air keras, mata dan hidung Penyidik KPK itu mengalami cedera serius, sehingga harus menjalani serangkaian operasi medis.

Tapi, sampai sekarang, lebih dari 2,5 tahun berlalu, Polri dan tim gabungan pencari fakta belum bisa mengungkap siapa pelaku serta motif penyerangan.(rid/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.