KELANA KOTA

Komunitas Tolong Menolong Berikan Stroller untuk Bayi Pandhu

Laporan Ika Suryani Syarief | Selasa, 10 Desember 2019 | 19:21 WIB
Penyerahan stroller dari Komunitas Tolong Menolong (KTM) diterima langsung oleh Dina Oktavia (21), Ibu Pandhu di tempat tinggalnya di Rusunawa Gunungsari, Surabaya, Selasa (10/12/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Komunitas Tolong Menolong (KTM) menyerahkan bantuan berupa stroller (kereta dorong bayi) buat Muhammad Pandhu Firmansyah (6 bulan), pengidap penyakit Facial Cleft Tessier Hydrocephalus Myelomeningocele. Selain mengidap Hydrocypalus , Pandhu juga mengalami "kerusakan" pada wajahnya, khususnya di bagian bibir, hidung dan kedua matanya.

Penyerahan stroller diterima langsung oleh Dina Oktavia (21), Ibu Pandhu di tempat tinggalnya di Rusunawa Gunungsari, Surabaya, Selasa (10/12/2019).

Daniel Lukas Rorong, Ketua Komunitas Tolong Menolong berharap, bantuan stroller ini dapat membantu meringankan Dina atau Titin Sri Pujiastuti (59), Nenek Pandhu, saat kontrol ke rumah sakit.

"Karena Bu Titin (Nenek Pandhu) mengeluh, pundaknya kemeng (capek) saat menggendong Pandhu kontrol ke rumah sakit. Hal senada juga diungkapkan Dina pada saat saya melakukan jadwal pendampingan rutin," ungkap Daniel melalui keterangan tertulis.


Dikatakannya, jadwal kontrol Pandhu ke rumah sakit, biasanya menghabiskan waktu kurang lebih 6 jam. Mulai pukul 09.00-15.00 WIB. "Semoga bantuan stroller ini dapat bermanfaat buat Pandhu," ujar Daniel.

Ditambahkan Daniel, tak hanya bantuan stroller, namun KTM juga akan mengupayakan bantuan lain berupa showcase (lemari es pendingin) serta perlengkapan untuk membuat minuman kemasan berupa pudding milk, es juice, dan sejenisnya.

"Karena Dina bilang pada saya, ingin tetap bekerja di rumah sambil fokus merawat Pandhu, anaknya. Ya, nanti pemasarannya, akan dijual secara online," jelas Daniel.(iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.