KELANA KOTA

Masa Awal Hujan, Petir Paling Banyak Menyambar Daerah Jatim Bagian Tengah

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 14 Desember 2019 | 12:08 WIB
Ilustrasi. Grafis: suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pada awal musim hujan di Jawa Timur, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pasuruan mencatat, jumlah sambaran petir terbanyak di daerah Jatim bagian tengah. Hasil tersebut didapat berdasarkan pantauan BMKG Pasuruan mulai tanggal 6 sampai 12 Desember 2019.

Dalam data tersebut, diketahui daerah yang paling banyak terjadi sambaran petir adalah Kabupaten Malang, dengan jumlah sekitar 11.000 petir. Kemudian disusul Kabupaten Pasuruan sebanyak 6.000-an petir.

"Petir itu karena awan cumulonimbus. Karena ini masih awal-awal musim hujan, yang Jatim banyak di daerah bagian tengah seperti Malang," kata Sujabar Kepala BMKG Pasuruan kepada suarasurabaya.net, Sabtu (14/12/2019).

Selain Malang, lanjutnya, daerah lain yang perlu diwaspadai berpotensi terjadi banyak petir di awal masa musim hujan ini adalah wilayah Jatim bagian timur seperti Lumajang, Jember dan Banyuwangi.


Ia juga menjelaskan, banyak tidaknya jumlah sambaran petir yang terjadi dikarenakan proses terbentuknya awan cumulonimbus dengan cepat. Selain itu juga perubahan suhu yang cepat dari suhu panas menuju dingin, juga menjadi ciri-ciri akan terjadinya petir.

Selain petir, masyarakat juga perlu mewaspadai hujan petir yang dibarengi dengan angin kencang hingga puting beliung di masa-masa awal musim hujan. Apalagi, angin kencang tersebut hanya berlangung beberapa menit, tapi dapat menyapu daratan hingga pohon tumbang sampai merusak rumah warga.

"Yang perlu diwaspadai angin puting beliung. Itu sebenarnya tidak mengenal (daerah) mana dulu (apakah dataran tinggi atau dataran rendah), tapi karena terbentuknya awan itu yang perlu diwaspadai. Paling durasi (angin) 5 menit, tapi bisa menyapu semuanya," tambahnya.

Untuk itu, ia memberikan beberapa imbauan kepada masyarakat untuk mengenali potensi petir dan angin kencang. Pertama, yakni perubahan awan yang cepat dari cerah menjadi gelap.

"Ciri-cirinya dilihat saja di langit, kalau awannya jadi gelap dengan cepat, biasanya ada petirnya. Langsung cari tempat perlindungan," kata Sujabar.

Kedua, yaitu perubahan suhu yang dari panas menuju dingin yang cepat.

"Suhu dari panas ke dingin, itu biasanya awannya nggak merata jadi dinginnya yang cepat," jelasnya.(tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.