KELANA KOTA

Transportasi Massal Tak Cukup Hanya MRT dan LRT

Laporan Agung Hari Baskoro | Selasa, 14 Januari 2020 | 13:31 WIB
Desain Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT) Jawa Timur. Foto: dok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Rencana pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT) di wilayah Jawa Timur perlu disokong moda transportasi lain agar mampu menjangkau masyarakat hingga ke permukiman, ini pendapat Hera Widyastuti Pakar Transportasi ITS.

Surabaya memiliki luas wilayah yang relatif besar dan jumlah penduduk yang banyak, sehingga moda transportasi semacam Bus Way dan Medium Bus perlu disiapkan.

Selain itu, jika medium bus belum ada untuk akses masyarakat dari perumahan ke halte busway, pemerintah perlu memastikan bahwa halte bus tersebut bisa dijangkau dengan jalan kaki. Pemerintah juga perlu menyediakan jalur khusus untuk pejalan kaki.

Hera mengatakan, jika seluruh proses birokrasi sudah beres, jalur rel MRT atau LRT yang menghubungkan Surabaya Utara, Barat, Selatan, dan Timur hanya memerlukan waktu satu tahun. Namun, ia menegaskan, untuk membangun konektivitas hingga ke pemukiman warga butuh waktu yang relatif lama,


"Kalau sampai ke pemukimam ya mungkin akan lama. Kan ini, kalau cuman utara, selatan, barat, timur, gitu ya. Jadi misalnya ambil dari Joyoboyo sampai Perak, terus Barat Timurnya dari ITS, misal seperti rutenya Bus Suroboyo sekarang, itu menuju rumah-rumah kan masih belum. Jadi orang-orang akhirnya kan menuju kesananya naik apa? sepeda motor. Jadi kalau sampai kemana-kemana, harus proses. Kalau untuk bangun jalan relnya, misalnya, mungkin setahun sudah selesai. Kakau semuanya sudah siap, maksudnya yang sulit kan birokrasi. Ijin gitu-gitu," ujarnya pada Selasa (14/1/2020).

Ia memberi catatan, moda transportasi massal yang nantinya dibangun, harus memenuhi benerapa unsur. Beberapa diantaranya yaitu transportasi massal harus terjadwal dan memiliki tarif bersaing.

"Transprotasi massal diharapkan kan bisa menggerakkan dengan massal, artinya banyak orang. Dengan waktu yang juga bersaing dan tarif yang bersaing. Istilahnya, dambaannnya orang kan aman, nyaman, lancar, dan murah," jelasnya.

Selain Surabaya, dalam proyek yang disebut Surabaya Regional Railways Line ini, beberapa wilayah lain yang akan dibangun yaitu Kabupaten Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Kota Mojokerto. Terkait hal ini, Hera mengatakan, kebutuhan transportasi massal penunjang seperti busway bisa mempertimbangkan luas daerah dan jumlah penduduk.

"Tergantung ukuran kota, kalau Surabaya kan relatif luas. Dan tergantung demand. Penduduk surabaya sudah mencapai 3 juta. Di tempat lain tergantung. Selama dia ada akses menuju ke pemukimannya, itu akan nyaman. Jelas, terjadwal dan ada akses menuju rumahnya itu. Kalau kotanya tidak besar, (stasiun MRT atau LRT, red) bisa ditaruh tengah (kota, red). Sehingga orang jalan kaki masih memungkinkan," kata Hera.

Sebelumnya Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan transportasi massal berupa Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT) akan segera dibangun di beberapa wilayah Jawa Timur, salah satunya Surabaya. Proyek ini merupakan bagian dari daftar proyek di kawasan Gerbangkertosusila dalam lampiran Perpres 80/2019. (Bas/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.