KELANA KOTA

Apakah MRT dan LRT Bisa Buat Pengendara Mobil dan Motor Beralih

Laporan Agung Hari Baskoro | Selasa, 14 Januari 2020 | 14:48 WIB
Kereta MRT Jakarta. Foto: Dok. MRT Jakarta
suarasurabaya.net - Surabaya diklaim tidak lama lagi akan memiliki moda transportasi massal yaitu Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT). Sebab, Surabaya masuk dalam proyek Pemprov Jatim yang disebut Surabaya Regional Railways Line.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menyebut, proyek ini merupakan bagian dari daftar proyek di kawasan Gerbangkertosusila dalam lampiran Perpres 80/2019.

"InsyaAllah tidak lama lagi, karena Peraturan Presiden (Perpres) Percepatan Pembangunan Kawasan di Jatim telah ditandatangani Presiden @jokowi akhir tahun 2019," katanya dalam unggahan video desain MRT dan LRT Jatim di akun instagramnya @khofifah.ip pada Senin (13/1/2020).

Lalu apakah nantinya perilaku masyarakat Surabaya yang saat ini terbiasa menggunakan kendaraan pribadi bisa berubah dan beralih ke transportasi massal, Hera Widyastuti Pakar Transportasi ITS mengatakan, hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab hal tersebut berhubungan dengan mindset (pola pikir) yang harus ikut diubah.


"Itu harus mindset yang harus diubah dan tidak bisa sekedar membalik tangan. Namun kalau misalnya pemerintah sudah menyiapkan semuanya, sudah menyiapkan angkutan massal yang andal, itu pemerintah boleh memberikan batasan-batasan atau regulasi yang menyulitkan atau memberatkan pengguna kendaran pribadi," ujarnya pada Selasa (14/1/2020).

Ia mengatakan, sejumlah regulasi yang membatasi pengguna kendaraan pribadi perlu dilakukan untuk membuat masyarakat beralih ke transportasi massal andal yang sudah dibangun pemerintah. Beberapa regulasi yang bisa diterapkan diantaranya:

A. Menerapkan Electronic Road Pricing (ERP) di tempat-tempat padat kendaraan
B. Membuat sebagian jalan di Surabaya tidak boleh dilewati Mobil atau Motor
C. Menerapkan sebagian jalan hanya untuk pejalan kaki
D. Mempersulit dan memahalkan tarif parkir kendaraan pribadi

"Itu bisa jalan kalau memang angkutan masaalnya sudah andal. Kalau tidak ada, itu tidak fair. Semua kalau sudah disiapkan, boleh lah. Ada larangan tapi tidak ada fasilitas e kan ra ilok (tidak baik, red). Itu tidak bijak lah," jelasnya.

Menurutnya, berbagai regulasi tersebut akan membatasi dan mempersulit pengguna kendaraan pribadi. Sehingga, dengan adanya moda transportasi massal yang andal, masyarakat akan beralih menggunakan MRT atau LRT. Ia juga menegaskan, keberadaan MRT dan LRT di Surabaya sudah dalam tahap mendesak.

"Kalau urgen, rasanya sudah urgen. Karena kita memang saat ini, kita belum punya transportasi andal. Andal itu artinya reabilitasnya (ketepatan, red) bisa kita jagakke. Kita tahu kapan kita menggunakan. Aman, nyaman, lancar, dan murah. Itu yang Surabaya masih lemah disana," pungkasnya.(bas/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.