KELANA KOTA

BMKG Juanda Prakirakan Februari-Maret Jadi Puncak Musim Hujan

Laporan Agustina Suminar | Selasa, 14 Januari 2020 | 21:35 WIB
Ilustrasi. Grafis: suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, memprakirakan puncak musim hujan bakal terjadi pada bulan Februari sampai dengan Maret 2020.

"Berdasarkan update kondisi cuaca dan iklim terbaru, kami prediksikan puncak musim hujan dominan jatuh pada bulan Februari-Maret 2020," kata Teguh Tri Susanto Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda di Sidoarjo Jawa Timur, Selasa (14/1/2020).

Terkait dengan prediksi puncak musim hujan tersebut, BMKG meminta kepada masyarakat supaya mewaspadai terjadinya dampak dari bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, tanah longsor, sambaran petir, dan angin kencang.

"Masyarakat sebaiknya berkoordinasi dengan pemangku kepentingan setempat jika mengetahui adanya dampak bencana alam itu," katanya dilansir Antara.


Di sisi lain, BPBD Sidoarjo minta warga tidak berlindung di bawah pohon ketika hujan deras datang karena berpotensi roboh.

Dwidjo P Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo meminta dengan adanya perubahan cuaca secara singkat dan intensitas hujan yang tinggi disertai kilat atau petir dan angin kencang.

"Masyarakat diminta waspada potensi genangan, banjir bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan genangan," katanya.

Kemudian, kata dia, masyarakat juga waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh.

"Masyarakat agar tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat atau petir," ujarnya.

Polresta Sidoarjo juga melakukan imbauan supaya masyarakat tidak berlindung di bawah pohon saat musim hujan datang.(ant/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.