KELANA KOTA

Hari Dharma Samudera, TNI AL Kenang Pertempuran Laut Arafuru

Laporan Agustina Suminar | Rabu, 15 Januari 2020 | 12:31 WIB
Upacara peringatan Hari Dharma Samudera yang digelar di Lapangan Yos Sudarso, Mako Lantamal V, Surabaya, Rabu (15/1/2020). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Guna merasakan semangat heroisme para pahlawan saat pertempuran Laut Arafuru 15 Januari 1962, Laksamana Pertama TNI Tedjo Sukmono Komandan Pangkalan Utama TNI AL V (Danlantamal V) memimpin langsung upacara peringatan Hari Dharma Samudera. Upacara tersebut digelar di Lapangan Yos Sudarso, Mako Lantamal V, Surabaya, Rabu (15/1/2020).

Laksamana TNI Siwi Sukma Adji Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) dalam amanat yang dibacakan Danlantamal V mengatakan, upacara yang diselenggarakan setiap tahun ini merupakan media dalam memberikan pewarisan nilai-nilai kejuangan yang harus dilestarikan. Tujuannya agar terus terjaga semangat dan jiwa tempur prajurit dalam menegakkan kedaulatan NKRI.

Pertempuran Laut Arafuru yang terjadi pada tanggal 15 Januari 1962 ini lanjut KSAL, merupakan peristiwa heroik dalam sejarah Angkatan Laut yang ditunjukkan para pelaut di bawah kepemimpinan Komodor Yos Sudarso.

"Sebagai prajurit laut, Komodor Yos Sudarso telah menunjukkan keteladanan dan inspirasi kepemimpinan dalam melaksanakan tugas yang diemban. Sifat rela berkorban dan ikhlas dalam bekerja merupakan nilal-nilai luhur yang ditunjukkan dalam peristiwa tersebut," terangnya berdasarkan rilis yang diterima suarasurabaya.net.

Mewujudkan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, lanjutnya, tidak banyak berubah. Namun hanya menunjukkan karakter pertempuran yang berbeda. Segala tantangan menyangkut batas laut teritorial NKRI menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia dan khususnya TNI AL.


Oleh sebab itu, nilai-nilai kejuangan Yos Sudarso dan para pelaut tersebut wajib diwarisi oleh seluruh prajurit TNI Angkatan Laut saat ini. Agar tetap tegar dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.

Menurut KSAL, dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat dan pengaruh era globalisasi, tantangan prajurit sebagai garda pelindung keutuhan dan kedaulatan NKRI negara akan menjadi semakin kompleks.

Prajurit TNI AL dituntut untuk lebih adaptif, produktif, berinovasi tinggi dan kompetitif dalam meningkatkan profesionalisme pelaksanaan tugas. Ia berpesan, dalam proses itu jangan sampai melupakan jati diri seorang prajurit yang selalu berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Trisila TNI Angkatan Laut.

"Pewarisan nilai-nilai kejuangan dalam peringatan ini juga mewakili sejumlah pertempuran laut lainnya, misalnya pertempuran Laut Cirebon, Pertempuran Teluk Sibolga, Pertempuran Laut Malaka dan Pertempuran Laut lainnya," pungkasnya.(tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA