KELANA KOTA

Polisi Identifikasi Video Ningsih Tinampi Terkait Pengakuannya Bisa Datangkan Malaikat

Laporan Anggi Widya Permani | Sabtu, 18 Januari 2020 | 19:33 WIB
Trunoyudo Wisnu Andiko Kabid Humas Polda Jatim saat memberikan keterangan kepada awak media pada Jumat (17/1/2020). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kepolisian Daerah Jawa Timur mengidentifikasi video-video di akun YouTube milik warga Pasuruan, Ningsih Tinampi, yang mengaku bisa mendatangkan malaikat dan nabi ketika mengobati pasiennya.

Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (18/1/2020), mengatakan bahwa konten di YouTube pengobatan alternatif Ningsih Tinampi tersebut memang berpotensi meresahkan masyarakat.

"Kalau itu suatu hal yang membuat resah, nanti akan dilakukan langkah persuasif, imbauan dari kepolisian," ujarnya, dilansir Antara.

Adapun video viral yang di Youtube milik akun Ningsih Tinampi itu, terkait dirinya yang bisa mengobati pasien dan mengaku bisa mendatangkan malaikat dan nabi.


Polda Jatim, kata Truno, segera menginstruksikan Kapolres Pasuruan untuk mengambil langkah cepat terkait video Ningsih Tinampi sebelum menimbulkan kegaduhan, yaitu berkoordinasi dengan pemkab, tokoh agama dan masyarakat di Pasuruan.

"Ini ranahnya peran stakeholder, jadi nanti peran kapolres untuk membicarakan, misalnya seperti apa kata-kata itu, nanti ya buktikan bagaimana faktanya," katanya.

Apabila dibutuhkan penjagaan polisi di sekitar rumah Ningsih Tinampi, Polda Jatim masih menunggu laporan dari Polres Pasuruan. Apalagi, setiap hari ada ratusan warga yang berobat di tempat Ningsih Tinampi, sehingga ada potensi keramaian dan keamanan.

"Itu lihat ekskalasinya, kapolres yang bisa mengetahui ekskalasi itu, apakah meningkat atau memanas, nanti kapolres yang akan memutuskan apa yang dilakukan," katanya. (ant/ang)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.