KELANA KOTA

Mediasi Jalan MERR-Pondok Chandra Belum Ada Titik Temu

Laporan Denza Perdana | Senin, 20 Januari 2020 | 16:57 WIB
Rapat mediasi antara Dinas Perhubungan Kota Surabaya dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo soal Jalan MERR-Traffic Light Pondok Chandra berlangsung di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Senin (20/1/2020). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Rapat tertutup yang membahas mediasi tentang Jalan MERR-Pondok Chandra di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur pada Senin (20/1/2020) belum menghasilkan titik temu.

Masing-masing pihak baik Dinas Perhubungan Kota Surabaya maupun Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo masih tetap bertahan pada pendirian masing-masing.

Padahal, salah satu poin hasil pertemuan hari ini, seluruh pihak yang hadir sepakat agar Jalan MERR-Pondok Chandra dari Sidoarjo menuju Surabaya agar segera dibuka.

Pihak Pemkab Sidoarjo tetap mengusulkan uji coba lalu lintas mempertahankan pulau jalan, tetap melewatkan lalu lintas berputar di Kantor Pemasaran Perumahan Pondok Chandra.


Sebaliknya, Pemkot Surabaya, dalam hal ini Dinas Perhubungan Surabaya dan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan menolak uji coba itu dan menyarankan Pemkab Sidoarjo membuka bundaran. Sehingga arus lalu lintas dari MERR bisa langsung belok kanan menuju gerbang Tol Tambak Sumur arah Waru.

Tiga poin kesepakatan ini sudah masuk dalam berita acara hasil pertemuan yang akan ditandatangani bersama seluruh pihak yang hadir.

Selain dari Pemkot Surabaya dan Pemkab Sidoarjo, hadir di rapat ini perwakilan Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Jatim, perwakilan Perumahan Pondok Chandra, perwakilan PT Citra Margatama Surabaya selaku pengelola tol, serta Dishub Jatim sebagai mediator.

Sampai pukul 16.15 WIB, rapat mediasi belum dinyatakan selesai.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.