KELANA KOTA

ITS Komitmen Bantu Majukan Ngawi

Laporan J. Totok Sumarno | Senin, 20 Januari 2020 | 17:13 WIB
Rektor ITS bersama Bupati Ngawi bertukar cinderamata setelah penandatanganan MoU. Foto: Humas ITS
suarasurabaya.net - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkewajiban lakukan pengabdian masyarakat, melalui penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi membantu menjadikan unggul dalam berbagai aspek.

Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng., Rektor ITS menyampaikan bahwa tugas ITS sebagai PTN adalah mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan melakukan beberapa penelitian.

SDM dan penelitian unggul inilah yang nantinya akan membantu menjawab permasalahan masyarakat. "Misalnya, dengan ikut membangun suatu wilayah, seperti yang saat ini sedang kita lakukan dengan Kabupaten Ngawi," terang Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng., Rektor ITS.

Rektor yang kerap disapa Ashari ini berpendapat, Kabupaten Ngawi memiliki potensi besar yang masih bisa dikembangkan. Mulai dari segi pertanian, perikanan, hingga pendidikan. "Tim Pusat Penelitian dari ITS juga sudah meninjau apa saja yang perlu dikembangkan dari kabupaten ini (Ngawi, red)," kata Ashari.


Sepakat dengan Ashari, Bambang Pramujati ST MSc Eng. PhD., Wakil Rektor IV ITS juga melihat potensi besar dari Kabupaten Ngawi. Bambang menilai, kepurbakalaan yang ada di kabupaten tersebut dapat dijadikan objek wisata berskala internasional.

Hal tersebut diyakininya, karena kepurbakalaan Ngawi yang juga memiliki daya tarik wisata. Namun sampai saat ini, lanjut Bambang, belum ada pengelolaan yang tepat untuk kepurbakalaan ini.

"Dengan sedikit sentuhan digital saya yakin ini akan menjadi objek wisata yang menarik banyak wisatawan," papar wakil rektor ITS yang membidangi inovasi, kerja sama, kealumnian dan hubungan internasional tersebut.

Sementara itu, Bupati Ngawi Ir H Budi Sulistyono menambahkan bila saat ini Kabupaten Ngawi berkeinginan untuk menciptakan kawasan ekonomi baru mulai dari segi pendidikan, wisata, hingga pertanian.

Oleh karena itu, Bupati Ngawi memilih ITS untuk memetakan potensi mana yang bisa dikembangkan bersama-sama sehingga tercipta kawasan ekonomi baru.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Ngawi menyuguhkan beberapa permasalahan yang saat ini sedang dihadapi dan membutuhkan bantuan dari ITS.

Seperti yang disampaikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi tentang musim panen yang lebih cepat satu bulan dibanding dengan kabupaten lainnya, sehingga membuat industri pengolahan panen belum maksimal. Tidak hanya itu, kurangnya alat mesin pertanian juga menjadi masalah lanjutan.

Dinas Pariwisata Kabupaten Ngawi pun mengharapkan adanya bantuan dari ITS yang menginginkan penataan, konsep, dan desain wisata.

Demikian pula Dinas Koperasi yang menginginkan pengembangan UMKM, Dinas Pendidikan yang menginginkan peningkatan kompetensi guru, Dinas Pangan dan Perikanan yang menginginkan pengembangan branding kemasan, serta Dinas Perencanaan yang mengharapkan adanya mahasiswa ITS yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Ngawi.

"Saya harap ITS dapat membantu kami mengatasi masalah-masalah tersebut, sehingga Kabupaten Ngawi berkembang menjadi smart city," papar Budi Sulistyono, Senin (20/1/2020).

Menanggapi permasalahan-permasalahan yang diajukan, Dr I Ketut Eddy Purnama ST MT., Dekan Fakultas Teknologi Elektro dan Informasi Cerdas ITS menyampaikan, ITS akan berusaha membantu Kabupaten Ngawi mengatasi masalah tersebut.

Misalnya, seperti menjadikan Kabupaten Ngawi sebagai bahan permasalahan untuk Tugas Akhir (TA) mahasiswa dan mengirimkan mahasiswa untuk KKN di sana. "Masalah yang nyata ini bisa dijadikan sebagai bahan TA mahasiswa kami," terang dosen Teknik Komputer ini.

Pada akhir pertemuan, Rektor ITS berharap agar permasalahan-permasalahan tersebut dapat diatasi bersama sebagai tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani itu. "Saya yakin bentuk tindak lanjut dari MoU ini akan segera terlaksana," pungkas Dr I Ketut Eddy Purnama ST MT.(tok/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.