KELANA KOTA

Korban Meninggal Virus Korona di China Mencapai 17 Orang

Laporan Agustina Suminar | Kamis, 23 Januari 2020 | 09:07 WIB
Staf medis memindahkan pasien di rumah sakait Jinyintan, tempat para penderita pneumonia yang disebabkan virus korona jenis baru dirawat, di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 20/1/2020. Foto: Reuters
suarasurabaya.net - Jumlah korban meninggal akibat virus baru semacam flu hingga Rabu (22/1/2020) siang bertambah menjadi 17 orang dengan lebih dari 540 kasus terkonfirmasi.

Keadaan itu meningkatkan kekhawatiran soal penyebaran infeksi yang diduga berasal dari satwa liar yang diperjualbelikan secara ilegal.

Jenis virus korona diyakini berasal dari pasar satwa di pusat Kota Wuhan. Kasus itu kini menjangkau hingga ke Amerika Serikat.

Berbeda dengan 'rahasia' selama Infeksi Saluran Pernapasan Berat (SARS) periode 2002-2003, yang menyebabkan hampir 800 orang meninggal, pemerintah komunis China kali ini memberikan informasi terbaru soal virus korona untuk menghindari kepanikan saat jutaan warga melakukan perjalanan selama liburan Tahun Baru Imlek.


"Peningkatan pergerakan masyarakat secara objektif meningkatkan risiko penyebaran wabah," kata Li Bin wakil menteri Komisi Kesehatan Nasional.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang melakukan pertemuan di markasnya di Jenewa untuk memutuskan apakah wabah tersebut akan dinyatakan sebagai darurat kesehatan global atau tidak.

Banyak warga China membatalkan perjalanan mereka, membeli masker wajah, menghindari tempat-tempat umum seperti bioskop dan pusat perbelanjaan dan bahkan beralih ke permainan simulasi wabah daring atau menonton film bencana "The Flu" sebagai cara untuk mencari solusi.

Virus korona yang berasal dari Wuhan menyebar ke berbagai wilayah padat penduduk seperti Beijing, Shanghai, Macau dan Hong Kong.

Jumlah total korban meninggal terbaru di Provinsi Hubei, yang beribu kota Wuhan, naik dari sembilan menjadi 17 orang hingga Rabu siang, menurut stasiun TV pemerintah yang mengutip pemerintah provinsi. Demikian dikutip Reuters yang dilansir Antara.(ant/tin)
Editor: Denza Perdana



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA