KELANA KOTA

Rektor Unesa Pastikan Mahasiswanya yang Terisolasi di Wuhan dalam Kondisi Sehat

Laporan Agung Hari Baskoro | Jumat, 24 Januari 2020 | 15:54 WIB
Para mahasiswi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) saat berfoto bersama. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Kota Wuhan yang diblokade akibat penyebaran virus korona di wilayah tersebut ikut mengisolir beberapa mahasiswa asal Unesa yang sedang mendapatkan beasiswa di Central China Normal University, Wuhan.

Prof. Nurhasan Rektor Unesa mengatakan, saat ini ada sembilan mahasiswa Unesa yang mendapatkan beasiawa Pusat Bahasa Mandarin Unesa (Confucius Institute) berada di kota itu. Masing-masing 4 orang beasiswa 1 semester, 4 orang beasiswa 1 tahun, dan 1 orang beasiswa full S2. Semua mahasiswa tersebut dikatakan Prof. Nurhasan dalam keadaan sehat.

"Mereka kondisinya Alhamdulillah sehat. Sekarang yang masih stay di Wuhan ada 9 orang, karena memang sudah ada penanganan tersendiri dari kampus kepada mahasiswanya. Khususnya juga mahasiswa asing. Ada pengukur suhu disetiap asrama, dan ada cek khusus setiap malam.
Ada pendamping untuk setiap lantai pada tiap dormitory. Jadi sudah cukup menjaga, meskipun kenyamanannya berkurang," jelas Rektor Unesa pada Jumat (24/1/2020).

Rektor Unesa tersebut menegaskan, pihak kampus Unesa selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan mahasiswa di sana untuk memastikan kondisi mereka.


Sebelumnya, Lilis Triyana (48) ibu dari Natania (21) salah satu mahasiswa Unesa yang saat ini berada di Wuhan menceritakan kondisi anaknya di kota tersebut kepada Radio Suara Surabaya.

"Dia (Natania, red) bilang tidak bisa ke mana-mana, diisolasi. Kendaraan umum sudah tidak ada dan toko makanan sudah mulai tutup. Dia di asrama tidak masak, makanan beli. Saya khawatir. Ada sih supermarket, tapi mereka pasti juga ngeborong gak karuan. Kemarin bilang kalau sudah mulai makan makanan instan," ceritanya kepada Radio Suara Surabaya, Jumat siang (24/1/2020).

Menurut cerita Lilis, para mahasiswa saat ini hanya diperbolehkan berada di asrama beserta 60 penghuni asrama lain yang berasal dari berbagai negara. Selain itu, mereka juga hanya diizinkan untuk memasuki wilayah kampus, yang dianggap sebagai salah satu tempat paling aman dari penyebaran virus korona.

Saat ini, Lilis beserta orang tua mahasiswa lain di Indonesia terus memantau kabar anak-anak mereka, salah satunya melalui akun media sosial resmi KBRI Beijing yang mengupdate situasi terkini di Wuhan, China. (bas/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.