KELANA KOTA

Ubaya Riset Jahe Merah, Kembangkan Herbal Indonesia

Laporan J. Totok Sumarno | Jumat, 24 Januari 2020 | 18:30 WIB
Penandatanganan kerjasama antara Ubaya dengan PT Bintang Toedjoe untuk riset herbal Indonesia, khususnya jahe merah. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Universitas Surabaya (Ubaya) bekerjasama dengan PT Bintang Toedjoe, Jumat (24/1/2020) dalam MoU melakukan penelitian dan pengembangan jahe merah sebagai bagian dari herbal Indonesia. Seperti Korea yang dikenal dengan Ginsengnya.

Penandatanganan kerjasama dilakukan langsung oleh Ir. Benny Lianto, MMBAT., Rektor Universitas Surabaya (Ubaya) bersama dengan Ir. Simon Jonatan Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe.

Kepada awak media, Ir Simon Jonatan Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe menyampaikan bahwa seperti dikenal masyarakat luas bahwa negara Korea sejak lama dikenal mengembangkan Ginseng. Jahe merah sebagai herbal Indonesia belum dikembangkan.

"Kalau Korea punya Ginseng dan sudah dikenal seluruh dunia, Indonesia punya Jahe merah. Herbal ini layak dikembangkan. Diteliti kemudian dikembangkan. Riset herbal Indonesia seperti Jahe merah tersebut memang harus dilakukan kalangan kampus. Dan kami pilih Ubaya untuk melakukan riset dan pengembangannya," terang Simon.


Riset, lanjut Simon harus dilakukan mulai dari awal. Misalnya bagaimana sejarah tentang jahe merah, bagaimana bibit yang bagus, hingga pengembangan DNA jahe merah agar dapat dikembangkan lebih lanjut.

"Riset memang harus dilakukan sejak awal. Mulai dari bagaimana sejarah Jahe merah sendiri di Indonesia, kemudian juga bagaimana mendapatkan bibit yang bagus, cara penanamannya, DNAnya. Tahap demi tahap harus diteliti, diriset sehingga menghasilkan Jahe merah yang sesuai kebutuhan termasuk untuk kebutuhan ekspor," tambah Simon.

Oleh karena itu, tambah Simon pihaknya kembali menggandeng Universitas Surabaya (Ubaya) dalam rangka pengembangan herbal hayati Indonesia yang dibutuhkan untuk produk herbal jamu Indonesia.

"Sebelumnya kami memang telah bekerjasama dengan Ubaya. Dan kali ini dalam rangka pengembangan herbal Indonesia khususnya untuk produk jamu, dan lebih spesifik adalah Jahe merah, kami kembali menggandeng Ubaya untuk riset dan pengembangannya," kata Simon.

Sementara itu ditambahkan Ir. Benny Lianto, MMBAT., Rektor Universitas Surabaya (Ubaya) bahwa pihaknya memang akan bekerjasama dengan PT Bintang Toedjoe melakukan riset herbal produk jamu Indonesia.

"Seperti diingatkan Pak Simon, jangan riset kalau tidak berujung pada bisnis, maka ke depan nanti kami menghimbau tenaga ahli serta peneliti di Ubaya untuk melakukan berbagai riset dan poenelitian yang berujung pada komersialisasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas," kata Benny.

Namun demikian, Benny mengingatkan bahwa riset atau penelitian boleh saja berujung pada bisnis atau komersialisasi, tetapi ditegaskan bahwa hal itu bisa dimanfaatkan oleh banyak orang dalam rangka mengangkat sumber daya hayati Indonesia.

"Komersialisasi itu memang harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Bisa jadi juga memberikan manfaat atau dapat di implementasikan dalam rangka mengangkat dan mempopulerkan sumber daya hayati Indonesia seperti Jahe merah tersebut," pungkas Benny.(tok/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.