KELANA KOTA

Musim Hujan Awal 2020, Dua Orang dari 214 Penderita DBD di Jatim Meninggal

Laporan Denza Perdana | Sabtu, 25 Januari 2020 | 20:25 WIB
Ilustrasi. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Timur mendekati puncak musim hujan pada Januari 2020 mencapai 214 orang. Dua orang di antaranya dinyatakan meninggal.

"Dua orang yang meninggal dunia, masing-masing di Kabupaten Malang dan Kediri. Malang masih jadi daerah terbanyak penderita DBD," kata Herlin Ferliana Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Sabtu (25/1/2020).

Berdasarkan data Dinkes Jatim sampai 22 Januari lalu, jumlah penderita DBD di Kabupaten Malang tercatat mencapai 51 orang. Kabupaten Kediri terbanyak kedua sebanyak sebanyak 21 penderita.

Selanjutnya, Dinkes Jatim mencatat kasus penularan virus dengue oleh nyamuk aedes aegypti di Probolinggo mencapai 20 orang penderita, Bojonegoro 18 orang, dan Jombang 11 orang.


Menurut Herlin, penderita DBD di Jatim pada musim hujan kali ini sebenarnya menurun dibandingkan periode yang sama 2019 lalu mencapai 1.634 penderita, yang mana 32 di antaranya meninggal.

Meski demikian, kasus DBD ini tetap menjadi kewaspadaan mengingat jumlahnya yang meningkat. Total penderita DBD 2019 mencapai 17.860 penderita DBD, dengan kematian sebanyak 182 orang.

Sepanjang 2018 jumlahnya hanya 11.103 orang. Herlin bilang, DBD tetap menjadi masalah kesehatan di Jatim dengan jumlah penderita fluktuatif dan berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Berbagai upaya antisipasi sudah dilakukan Dinkes Jatim untuk menekan kasus DBD 2020. Salah satunya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan satu rumah satu jumantik.

Selain itu, Dinkes Jatim sudah menyiapkan petugas, sarana dan prasarana, serta adekuat fasilitas pelayanan kesehatan di semua wilayah di Jatim. Herlin pun meminta peran aktif masyarakat.

Masyarakat dia minta lebih peduli lingkungan. Membersihkan tempat-tempat kotor dan kumuh, menggalakkan program menguras, mengubur, dan menutup (3M) wadah yang berpotensi jadi sarang nyamuk.

Selain itu, masyarakat juga bisa memakai obat pembasmi nyamuk, mengusap lotion antinyamuk, membakar obat nyamuk, atau menabur bubuk abate di wadah yang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak.(den/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.