KELANA KOTA

Tiga PR Besar Pemprov Jatim di Satu Tahun Kepemimpinan Khofifah-Emil

Laporan Agustina Suminar | Kamis, 13 Februari 2020 | 12:13 WIB
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim dan dan Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim saat tiba di Gedung Negara Grahadi, Kamis (14/2/2019), sehari setelah dilantik di Istana Negara pada Rabu (13/2/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pasca resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim pada 13 Februari 2019 lalu, Khofifah Indar Parawansa Gubernur mengatakan bahwa pihaknya memiliki beberapa pekerjaan rumah (PR) yang menjadi prioritas untuk pembangunan dan perbaikan Jatim ke depan. Ketiga hal tersebut antara lain angka kemiskinan yang tinggi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah dan masalah lingkungan hidup.

Ia mengatakan, meski pertumbuhan ekonomi Jawa Timur masih di atas rata-rata nasional, namun tingkat kemiskinannya masih tertinggi diantara provinsi yang lain. Teenyata, angka tersebut kebanyakan berasal dari kaum lansia yang kurang mampu.

Untuk itu, ia mengupayakan adanya bantuan sosial kepada total sekitar 50 ribu lansia miskin di Jawa Timur sebanyak Rp2 juta per lansia.

"Saya koordinasikan dengan meminta dianggarkan 50 ribu lansia dari keluarga kurang mampu ini mendapat santunan bantuan sosial sebesar Rp2 juta. Dan ini cukup signifikan menurunkan angka kemiskinan," kata Khofifah kepada Radio Suara Surabaya, Kamis (13/2/2020).


Masalah kedua yakni Index Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah atau peringkat ke 15 dari 34 provinsi. Menurutnya, ini dikarenakan banyaknya anak-anak yang putus sekolah, sehingga tidak memiliki keterampilan yang cukup di dunia kerja.

"Kita melihat rata-rata lama sekolah itu sampai kelas 2 SMP semester 1. Tahun ke-7 pada bulan ke 3-4 udah keluar," ujarnya.

Khofifah mengatakan, karena SMP masih dikelola pemerintah kabupaten/kota, ia meminta agar para Bupati dan Wali Kota lebih memperhatikan para anak-anak putus sekolah. Karena jika para anak-anak tidak memiliki keterampilan yang cukup, itu akan kembali perpengaruh ke tingkat pendapatan dan kemiskinan.

"Pada posisi kita sekarang ini berharap setiap tahun di Jatim ada 800 ribu lapangan kerja baru," tambahnya.

Selanjutnya, masalah lain yang masih menjadi PR bagi kepemimpinan Khofifah-Emil adalah persoalan lingkungan hidup. Terlebih setelah beberapa peristiwa banjir bandang yang terjadi di sejumlah kawasan di Jawa Timur. Salah satu penyebabnya, sebagaimana diakui Khofifah Gubernur Jatim, adalah hutan yang gundul.

Selain reboisasi, ia juga menyebut pentingnya pengerukan sungai agar sungai memiliki lebih banyak kapasitas untuk menampung air hujan.

"Ayolah kita jaga bersama lingkungan hidup kita. Kita juga akan melakukan penanaman di lereng-leren gunung. Diharapkan, upaya tersebut dapat menahan kemiringan dari gunung-gunung yang gundul," kata Khofifah.(tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.