KELANA KOTA

Ditolak Lima Negara, Kapal Pesiar Ini Akhirnya Merapat di Kamboja

Laporan Agustina Suminar | Jumat, 14 Februari 2020 | 11:36 WIB
Kapal cepat (depan) mengangkut sampel penumpang dari kapal pesiar MS Westerdam (belakang) di luar pelabuhan Sihanoukville, Kamboja, Kamis (13/2/2020). Kapal pesiar milik Holland America Line diizinkan berlabuh di Kamboja setelah ditolak lima negara karena virus corona. Foto: AP Photo/Heng Sinith
suarasurabaya.net - Para penumpang kapal pesiar, yang terombang-ambing selama dua pekan di laut setelah ditolak lima negara karena kekhawatiran terhadap virus corona, akhirnya diizinkan turun di Kamboja pada Jumat (14/2/2020).

Pada Kamis (13/2/2020) pagi, kapal MS Westerdam mulai mendekat ke bibir pantai agar petugas kesehatan Kamboja bisa naik dan terlebih dulu mengumpulkan sampel para penumpang dengan gejala sakit atau mirip flu.

Hasil tes menunjukkan bahwa tidak ada satu pun dari penumpang tersebut yang membawa virus corona, menurut keterangan Kementerian Kesehatan Kamboja.

Sorak sorai penumpang dari dalam kapal bisa terdengar ketika MS Westerdam yang mengangkut 1.455 penumpang dan 802 kru itu berlabuh di kota pelabuhan Sihanoukville pada malam harinya.


Hun Sen Perdana Menteri Kamboja secara personal menyambut para penumpang dengan jabatan tangan dan buket bunga mawar ketika mereka turun dari kapal dan hendak menaiki bus.

"Istri saya dan saya memberinya cokelat untuk menunjukkan apresiasi kami," kata Lou Poandel seorang penumpang asal New Jersey, AS, setelah ia turun dan bertemu dengan pemimpin Kamboja itu.

Tedros Adhanom Ghebreyesus Ketua Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memuji Kamboja atas sikapnya sebagai contoh solidaritas internasional yang diminta WHO selama ini di tengah wabah virus corona.

Selasa (11/2/2020) lalu, MS Westerdam mencoba untuk berlabuh di Bangkok, namun pemerintah Thailand menolak memberikan izin.

Kemudian Rabu (12/2/2020), kapal perang angkatan laut Thailand menggiring kapal pesiar itu menjauh dari Teluk Thailand hingga MS Westerdam menuju ke Kamboja, menurut data di situs Marrine Traffic.

Bagaimanapun juga, seorang penumpang asal AS lainnya, William Gregory, mengatakan bahwa dia merasa sangat senang dengan perlakuan yang diterima ketika dalam masa terombang-ambing tersebut.

"Mereka menjaga semangat kami. Saya tidak merasa stres, tenang sekali. Kami melakukan taichi," kata Gregory dikutip Reuters yang dilansir Antara.

Setelah diizinkan turun, para penumpang akan kembali ke rumah masing-masing dengan penerbangan sewaan.

"Rincian penerbangan sedang dikomunikasikan dengan para penumpang wisatawan seiring dengan finalisasi, dan diperkirakan proses pemulangan semua penumpang akan memakan waktu hingga beberapa hari dengan jadwal penerbangan sewaan tersebut," kata operator itu.

Bukan hanya MS Westerdam, peristiwa serupa juga terjadi pada kapal pesiar Diamond Princess yang dikelola oleh perusahaan yang sama, Carnival Corp. Diamond Princess yang mengangkut sejumlah 3.700 penumpang dan kru berlabuh dan dikarantina di Jepang, dengan 218 orang positif terinfeksi corona.(ant/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.