KELANA KOTA

Dinkes Jatim: Tidak Ada Perlakuan Khusus Bagi WNI Jatim yang Pulang dari Natuna

Laporan Agung Hari Baskoro | Jumat, 14 Februari 2020 | 13:24 WIB
Herlin Ferliana Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Jatim, Surabaya pada Jumat (14/2/2020). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Herlin Ferliana Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim menegaskan, tidak ada perlakuan khusus bagi para WNI asal Jawa Timur yang akan pulang dari masa karantina di Natuna. Seperti diketahui, sebanyak 65 warga Jatim tersebut akan pulang pada Besok, Sabtu (15/2/2020).

Ia mengatakan, semua WNI yang pulang dari Natuna sudah pasti dinyatakan sehat dan tidak terinfeksi virus corona. Bahkan, kata Herlin, Kemenkes sudah melakukan observasi sampai dua kali masa inkubasi.

"Nanti tanggal 15 (Februari 2020, red) itu, untuk menenangkan kita semua, Kemenkes memberikan semacam kartu sehat dari virus corona. Kita tidak usah khawatir lagi. Karena yang bersangkutan tidak muncul gejala selama dua kali masa inkubasi. Ketika mereka pulang, sama dengan mas-mbak ini kalau turun dari pesawat. Karena dia sudah dipastikan tidak ada virus corona," ujarnya saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Jatim, Surabaya pada Jumat (14/2/2020).

Ia hanya mengimbau, agar para WNI yang baru saja menyelesaikan masa inkubasi ini untuk sementara tidak kumpul dengan banyak orang. Menurutnya, meski dinyatakan aman, kewaspadaan masih tetap diperlukan.


"Meskipun Kemenkes menyatakan sudah dua kali inkubasi dan insyaAllah aman, tapi kita harus tetap waspada," katanya.

Herlin juga mengingatkan, Jawa Timur sendiri sudah melakukan kewaspadaan pada penularan virus corona sejak awal Januari 2020 lalu. Salah satu kewaspadaan yang dilakukan yaitu mewajibkan pemeriksaan body thermal scanner di Bandara, pemantauan fisik, hingga mekanisme isolasi bagi masyarakat yang terindikasi virus corona.

Sebagai informasi, dari 65 WNI Jatim yang akan pulang, 34 diantaranya berasal dari Surabaya. Sisanya, tiga orang dari Sidoarjo, tujuh orang dari Malang, empat orang Lumajang, dah empat orang lainnya dari Kediri.

Selain itu ada tiga orang dari Probolinggo, dan beberapa daerah lain masing-masing satu dari Tuban, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Pamekasan, dan Ponorogo.

"Saya sekarang sedang mendata nama-nama orang-orang itu ya, moga-moga kita bisa spesiifik daerahnya mana. Tapi yang pasti kita bisa menbagi, datanya, Surabaya sekian orang, Kediri, (dan lain-lain, red) itu sudah ada. Dinas kesehatannya (di tingkat kota/kabupaten, red) kita titipi," pungkasnya.(bas/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA