KELANA KOTA

Risma Pastikan Anak Korban Bunuh Diri Terus Didampingi dan Tetap Sekolah

Laporan Denza Perdana | Jumat, 14 Februari 2020 | 16:02 WIB
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya saat bertakziah ke rumah keluarga korban bunuh diri dan memberikan peralatan tulis, buku, tas, dan bola yang sudah dia tanda tangani untuk anak korban, Jumat (14/2/2020). Foto: Humas Pemkot Surabaya
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya takziah ke rumah keluarga korban bunuh diri di Gadukan Utara, Kecamatan Krembangan Surabaya, Jumat (14/2/2020). Risma memastikan anak korban akan tetap sekolah.

Risma menemui istri dan anak almarhum korban. Dia meminta anak itu agar bangkit dan terus bersemangat mengejar masa depannya. "Ayo bangkit nak, semangat lagi ya. Kamu masih punya masa depan," katanya.

Sudah sebulan lalu anak itu tidak bersekolah karena menjaga ayahnya yang sakit stroke. Kepada Risma anak itu mengaku masih ingin sekolah. Risma pun menyatakan kesiapannya untuk membantu biaya sekolah anak korban.

"Ke sekolah naik apa? Ibu kasih sepeda, ya?" kata Risma. Anak almarhum itu menolaknya. Dia mengaku ingin berjalan kaki ke sekolah. "Ya sudah, tidak apa-apa. Senin sekolah lagi ya nak." Demikian dialog yang diilustrasikan dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net.


Risma juga menyemangati istri almarhum yang sehari-hari berjualan jajan keliling. Risma pun bermaksud menghidupkan lagi toko kelontong milik istri almarhum. "Ibu harus tangguh, ibu harus kuat," ujar Risma.

Risma mengatakan, setelah takziah itu Pemkot Surabaya akan terus mendampingi keluarga almarhum dengan konseling. Supaya istri dan anak Almarhum korban yang diketahui bunuh diri pada Rabu (12/2/2020) kemarin, terus bangkit.

Chandra Oratmangun Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya membenarkan, dinasnya yang akan memberikan konseling. Sedangkan trauma healing akan dilakukan Dinas Kesehatan Surabaya.

Konseling akan fokus kepada anak almarhum. Pemkot Surabaya menengarai, anak itu mengalami trauma berat. Dia yang membuka tali pengikat di leher ayahnya yang sudah meninggal. Padahal saat itu, dia baru saja menjalankan perintah anaknya untuk membeli es.

Chandra pendampingan oleh Pemkot Surabaya akan terus dilakukan sampai anak itu sembuh seratus persen dari trauma. Dia tidak bisa memastikan kapan, karena setiap orang berbeda-beda dalam menerima konseling.

Tidak hanya untuk anak Almarhum, Istri almarhum korban juga akan diberdayakan dalam hal ekonomi agar bisa mandiri. Salah satu caranya, toko kelontong miliknya akan dihidupkan kembali oleh Pemkot Surabaya. "Sudah ada tempatnya. Nanti akan dihidupkan lagi," kata dia.

Saat mengunjungi keluarga korban itu, Risma memberikan buku, tas, dan bola karena anak almarhum senang main sepak bola. "Sebenarnya Bu Wali juga siap membantu biaya sekolahnya, tapi karena pihak sekolah sudah menggratiskan biaya sekolah anaknya, ya Alhamdulillah," kata Chandra.(den/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.