KELANA KOTA

Pemkot Razia Hotel dan Penginapan di Hari Kasih Sayang

Laporan Denza Perdana | Jumat, 14 Februari 2020 | 21:56 WIB
Razia salah satu penginapan di Surabaya oleh tim gabungan Pemkot Surabaya, TNI, Polri, dan BNN, di Hari Valentine, Jumat (14/2/2020). Foto: Humas Pemkot Surabaya
suarasurabaya.net - Pemkot Surabaya bersama Polri, TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar razia gabungan di hotel dan penginapan di sejumlah titik Kota Pahlawan, Jumat (14/2/2020). Operasi gabungan ini untuk mengantisipasi tindakan negatif oleh masyarakat di Hari Valentine (Hari Kasih Sayang).

Febriadhitya Prajatara Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya mengatakan, kegiatan ini sifatnya antisipatif. Ada indikasi negatif terkait Hari Valentine yang dilakukan beberapa masyarakat. Salah satunya mendefinisikan Hari Valentine dengan tindakan-tindakan yang tidak sesuai norma atau melanggar asusila.

"Jadi rekan Satpol PP melakukan antisipasi berkaitan hal-hal itu," katanya dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net, Jumíat (14/2/2020) malam.

Selain Satpol PP, Pemkot Surabaya juga menerjunkan jajaran Linmas dalam operasi gabungan ini. Jika ada temuan saat operasi, Pemkot akan menindak tegas dengan melakukan pendataan, pembinaan, sampai pengamanan. Mereka yang terindikasi memakai narkoba juga harus melewati tes urine oleh BNN.


"Warga yang diamankan Satpol PP langsung di tes urine. Kalau ada indikasi narkoba rekan-rekan BNN yang akan menindaklanjuti. Kalau mengarah pada pidana, rekan-rekan kepolisian yang menangani," kata Febri. "Sebagai antisipasi hari ini, kami melakukan razia pada siang dan malam hari," katanya.

Sayangnya, Febri belum menyebutkan, apakah sampai malam ini sudah ada sejumlah temuan masyarakat yang melakukan tindakan asusila atau menggunakan narkoba yang sudah didata atau diamankan oleh Tim Gabungan. (den/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.