KELANA KOTA

Pembebasan Lahan Jalan MERR Habiskan Lebih dari 425 Miliar

Laporan Zumrotul Abidin | Sabtu, 15 Februari 2020 | 11:46 WIB
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya meresmikan jalan MERR - Pondok Chandra pada Sabtu (15/2/2020) pagi. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Upaya pembebasan lahan untuk jalan MERR - Pondok Chandra yang diresmikan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya pagi pada Sabtu pagi (15/2/2020), menghabiskan dana lebih dari Rp425 miliar.

Menurut Risma, hal ini menjadi tantangan besar karena mahalnya biaya pembebasan lahan dengan biaya Rp20 juta per meternya. Terlebih lagi, pada saat itu, Wali Kota perempuan pertama tersebut mengaku Pemkot Surabaya sedang mengalami keterbatasan dana. Bahkan dengan total biaya pembebasan lahan yang hampir setengah triliun tersebut, Pemkot Surabaya masih memiliki utang.

"Ini kenapa kemudian saya mencoba meskipun dengan keterbatasan dana, jadi total yang kita bayar itu Rp4235 miliar, hampir setnegah triliun. Itu pun kita masih punya utang, saya minta bu Erna 'sudah bu Erna kita titipkan saja ke pengadilan', ada sekitar kurang lebih Rp7 miliar, kita titipkan ke pengadilan. Saya tidak ingin ketika saya selesai nanti ada yang ungkrik-ungkrik (mengganggu)," kata Risma.

Dalam peresmian jalan tersebut, Risma sekaligus mengungkap bahwa pemerintah pusat awalnya ingin membangun jalan tol di jalan tersebut. Tapi Risma menolak. Alasannya, ia ingin agar jalan bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, baik itu pengendara mobil atau motor.


"Ini lah kenapa saya ngotot pokok tidak mau tol, karena saya tahu warga saya kebanyakan masih menggunakan motor. Maka disini siapapun bisa lewat, tidak peduli kaya atau miskin. Kalau jalan tol cuma mobil saja yang bisa lewat," tambah Risma.

Ia berharap, jalan MERR - Pondok Chandra ini tidak hanya mengurangi kemacetan dari atau menuju Sidoarjo, namun juga dapat meningkatkan perekonomian bagi warga di dekat kawasan tersebut.(bid/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.