KELANA KOTA

Lebih dari 800 Kasus DBD di Jatim pada Awal 2020, Tujuh Pasien Meninggal

Laporan Denza Perdana | Sabtu, 15 Februari 2020 | 13:20 WIB
Ilustrasi. Grafis: dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Lebih dari 800 Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jatim tercatat pada periode Januari-Februari 2020. Dinas Kesehatan Jatim mengonfirmasi, tujuh pasien di antaranya meninggal.

"Kami mencatat, sampai hari ini, jumlah pasien DBD di Jatim yang meninggal dunia ada tujuh orang. 0,9 persen dari total 801 pasien DBD," kata Herlin Ferliana Kepala Dinkes Jatim, Sabtu (15/2/2020).

Herlin merinci. Berdasarkan catatan per bulan, pada Januari lalu terdata sebanyak 214 penderita DBD. Selama 14 hari bulan Februari, sampai Jumat (14/2/2020), jumlahnya bertambah 587 kasus baru.

Namun, Dinkes Jatim mendata, bila dibandingkan dengan tahun lalu, kasus DBD 2020 mengalami penurunan. Pada Januari-Februari 2019 lalu tercatat sebanyak 9.896 kasus dengan 111 orang meninggal.


"Jadi sebenarnya justru ada penurunan drastis kasus DBD dibandingkan tahun lalu. Kami terus mengimbau Pemerintah Daerah untuk menggalakkan program PSN (pemberantasan sarang nyamuk)," ujarnya.

Sejauh ini, dari 801 Kasus DBD di awal 2020, Kabupaten Malang masih menjadi daerah dengan kasus DBD tertinggi. Sebanyak 103 kasus pada periode Januari-Februari terkonfirmasi di Kabupaten Malang.

Setelah Malang, daerah dengan kasus DBD kedua terbanyak adalah Kabupaten Trenggalek sebanyak 58 kasus, Jember 57 kasus, Probolinggo 52 kasus, dan Pacitan sebanyak 48 kasus.

"Sementara beberapa daerah yang jadi daerah tertinggi pada Januari sudah teratasi. Seperti Kabupaten Kediri, Bojonegoro, Jombang, dan beberapa daerah lainnya," ujar Herlin.

DBD adalah penyakit menular akibat virus dengue lewat gigitan nyamuk aedes aegypti. Penyakit ini termasuk masalah kesehatan di Jatim dengan jumlah fluktuatif yang berpotensial Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Saya pastikan, saat ini belum ada KLB berkaitan DBD di Jatim, karena memang angka kasusnya masih rendah. Menurun dibandingkan tahun lalu. Jadi belum perlu ada status KLB," katanya.

Dia tetap mengimbau agar masyarakat berperan aktif mencegah DBD dengan cara lebih peduli pada lingkungan. Salah satunya menggencarkan gerakan 3M plus: menguras, mengubur, dan menutup wadah yang berpotensi jadi sarang nyamuk.

Masyarakat juga bisa menggunakan obat pembasmi nyamuk. Misalnya mengusapkan lotion antinyamuk, membakar obat nyamuk, atau menaburkan bubuk abate di wadah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.(den/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.